Jurnal Kurang kerjaan

Bang Kurang kerjaan ini tercipta saja di saat aku tidak memiliki kerjaan. Terciptalah blog Kurang kerjaan. Ada apa dibalik kisah blog Kurang kerjaan ini? Ayoo Kita simak kronologi awal terciptanya blog Kurangkerjaan.

Pada satu hari, seorang pemuda dari Kota Pematang Siantar sedang sibuk mengutak atik handphone lalu seorang pemuda itu melihat situs belanja online, dan mulai memesan tembakau gayo. Setelah memesan tembakau gayo, pemuda tersebut teringat akan blog blog, dan dia pun memasangkan aplikasi wordpress di android. Setelah dipasang pemuda tersebut tidak langsung mempublikasikan tulisannya. Karena untuk judul situs saja, pemuda tersebut kurang memiliki ide yang pas untuk judul situs. Sembari menunggu tembakau gayo yang dipesan tiba di Pematang Siantar. Pemuda itu menyeruput kopi dingin dengan es. Apakah tau? Bagaimana segarnya di kala itu? Sungguh sangat luar biasa walau setetes kopi dingin pakai es. Seeegggaaaaaarnya. Pemuda itu minum di Band Djava jalan Madura Pematang Siantar. Tau di mana? Makanya jalan-jalan ke Pematang Siantar. Biar tau. Ha Ha Ha. Jadi di saat Pemuda menunggu paket kiriman tembakau gayo. Banyaklah yang dilakukan Pemuda itu. Dan tidak mungkin dideskripsikan satu per satu. Yang pasti di saat Pemuda tersebut menerima paket pemuda itu langsung melinting tembakau. Dan rasanya halus. Sedap mengepul ngepul di Utara asap dari tembakau gayo. Tetapi lekas habis, dilinting lagi. Habis dilinting lagi. Hingga 4 kretek sekali comot. Tetap pemuda tersebut tidak mengerti di mana aroma khasnya, karena tidak tercium. Padahal sudah mahal dibeli seharga Rp.15.000,-. Tetapi pemuda itu tidak menyerah Tetap akan melinting lagi, atau menghisap tembakau tersebut dengan cangklong. Mungkin akan lebih nikmat rasanya, kalau pakai cangklong. Setelah tembakau dihisap tidak pula pemuda itu langsung mempublikasikannya, Tetapi pemuda tersebut tidur-tiduran menggambar-gambar. Setelah menggambar-gambar baru pemuda tersebut memiliki ide untuk mempublikasikan awal karyanya di publik medsos. Dan terciptalah, akun wordpress dengan judul situs KurangKerjaan.

Ya itu tapi awal kisah terciptanya judul situs WORDPRESS KURANGKERJAAN.

Sekian dan terima kasih kepada Pembaca budiman. Di lain waktu Kita dapat bertemu lagi.

Rakyat dari Sabang sampai Merauke tidak menghancurkan negaranya dengan hutang.

Rakyat dari Sabang sampai Merauke tidak pernah berhutang kepada lembaga asing. Kenyataannya memang seperti itu. Lalu, siapakah yang berhutang kepada lembaga asing dan menuduh rakyat di Kepulauan dari Sabang sampai Merauke memiliki hutang kepada lembaga asing tersebut, seperti yang dikabarkan banyak media yang ada di Kepulauan dari Sabang sampai Merauke ?

Perlakuannya terhadap rakyat dari Sabang sampai Merauke sangat tidak manusiawi dan tidak mencerminkan peri-kemanusiaan, peri-keadilan meminjam kepada lembaga asing dan menuduh-nuduh bahwa rakyat dari Sabang sampai Merauke sebagai peminjam. Apakah pelaku peminjaman itu merasa bahwa bumi pertiwi rakyat dari Sabang sampai Merauke dapat dijadikan jaminan kalau saja dirinya sebagai peminjam dana dari lembaga asing itu, tidak mampu melunaskannya? Hal itu sangat tidak bijak. Dan merugikan rakyat banyak di Kepulauan dari Sabang sampai Merauke. Sebenar-benarnya pula, itu tidak dapat ditolerir lagi. Berhenti lah menuduh-nuduh rakyat dari Sabang sampai Merauke meminjam dana kepada lembaga asing demi negaranya rakyat dari Sabang sampai Merauke. Hal itu dapat menjadikan siapa pun yang berbuat seperti itu dimatikan lembaga asing tersebut seperti di film aksi yang ada di layar lebar. Aku berpendapat kalau “sang peminjam dana” tersebut tidak senang dengan kondisi dan kebudayaan di Kepulauan dari Sabang sampai Merauke, janganlah dia memborokan bumi pertiwi rakyat di Kepulauan dari Sabang sampai Merauke demi ambisinya dan “titik terang”nya dengan lembaga asing tersebut.

Atau, yang selama ini diberitakan oleh media yang ada di Kepulauan dari Sabang sampai Merauke, adalah sekelompok orang yang mendapatkan pesangon dari lembaga asing kalau saja mereka mampu membuat rakyat Kepulauan dari Sabang sampai Merauke percaya dan merasa memiliki hutang kepada lembaga asing tersebut, padahal rakyat Kepulauan dari Sabang sampai Merauke tidak pernah melakukan pinjaman kepada asing. Atau dengan menggunakan kekerasan dan pembunuhan berencana terhadap rakyat dan mahasiswa serta mampu mengambil hak miliknya rakyat dan mahasiswa Kepulauan dari Sabang sampai Merauke setelahnya pesangon itu diberikan, setelah diberikan ataupun belum, jumlah pesangon itu diberitakan sebagai hutang negaranya rakyat Kepulauan dari Sabang sampai Merauke. Padahal rakyat Kepulauan dari Sabang sampai Merauke tidak pernah melakukan pinjaman hutang. Sungguhlah tidak memiliki peri-kemanusiaan dan peri-keadilan dengan menuduh anak rakyat Kepulauan dari Sabang sampai Merauke yang baru lahir memiliki hutang kepada lembaga asing. Dan harus mempertanggung-jawabkan perbuatan yang tidak dilakukan oleh anak rakyat Kepulauan dari Sabang sampai Merauke.

FENOMENA SOSIAL DI INDONESIA

Ada yang mengebom rumah ibadah dengan tujuan membunuh orang dewasa dan anak-anak sambil bunuh diri dengan dalih berjihad demi tegaknya hukum Tuhannya, dengan iming-iming surga. Menurut ku, perbuatan itu SALAH, TIDAK BENAR! Lagipula untuk apa mereka itu semua mengharapkan surga dengan melakukan hal terkeji begitu. Apa mungkin mereka bukanlah yang pantas hidup lama di bumi sehingga Allah mengambil nyawa mereka dengan begitu. Dan dilupakan tentang ayat AL Qur’an untuk melarang mereka menghancurkan rumah ibadah agama lain.

Bagiku lain lagi, lebih enak minum kopi sambil merokok di seberang masjid di bulan puasa Ramadhan kala shubuh agar kelak di akhirat mendapatkan siksaNya yang amat pedih. Ini BENAR! KARENA SIKSA ALLAH MEMANG AMATLAH PEDIH. PEEEEDIIIIH SEKALIII. Katanya bakal dikoyak mulut bagi orang yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan seperti JOKER sumringah. Yang PENTING di bumi, aku TIDAK MEMBUNUH ORANG LAIN DAN MENGHANCURKAN RUMAH IBADAH MANUSIA. Daripada bunuh diri dan membunuh manusia dan anak-anak masuk surga. Lebih enak bagiku, minum kopi masuk neraka. Karena kopi memang pahit! Juga aku tidak ingin mati demi surga, karena surga juga gak pernah ingin mati untukku. Terbukti dari AL Qur’an bahwa penghuni surga terkesan menghalangi kehendak Allah untuk menciptakan manusia untuk bumi. Lebih enak aku hidup untuk bumi daripada harus mati demi surga. Penghuni surga bagiku adalah pemfitnah yang keji. Tanpa bukti, mengatakan manusia hanya akan membuat kerusakan di bumi. Padahal penghuni surga tidak mengetahui perkara gaib di luar yang dikehendaki Allah kepada mereka sang penghuni surga tempat di mana tidak bisa berak dan cebok.

Dan lagi banyak pula yang mempercayai perawakan Arab, padahal sudah jelas bangsa Arab adalah bangsa yang mempelopori kekafiran terhadap Islam dan kemurtadan dari Islam.

Instagram dan Facebook Tidak bisa dibuka?

Instagram dan Facebook adalah barang jadul yang memang usianya pada masa teknologi sudah belasan tahun. Dan sudah menjadi keseharian bagi masyarakat banyak di dunia. Bagaimana agar masyarakat dapat tetap berseru ria di dunia mana? Solusinya gampang instal Mobilelegend atau PUBG, semuanyaa beres.

Bangsa jujur

Indonesia adalah negeri orang-orang jujur, hingga kecurangan pun tedeng aling-aling (transparansif), bangsa Indonesia menjunjung Tinggi kejujuran, buktinya pemilu kali ini pun tetap tedeng aling-aling, ada persentase 55,50 dengan 45,50. Sangat jujur dengan memberitakan di media. Indonesia adalah bangsa yang jujur. Hingga kecurangan pun tedeng aling-aling. Siapa yang dirugikan adalah orang-orang yang memiliki Hak suaranya dengan tidak menggunakan Hak pilihnya untuk memilih pada pemilu 2019 ini. Dan golput pun dirugikan. Karena persentase mereka pun tidak dieksistensikan di layar kaca Indonesia.

AKU HERAN

Heran melihat fenomena sosial di Indonesia. Heran melihat 3 huruf yang berbeda yang datang entah darimana begitu disanjung-sanjung. Hingga mereka para penyanjung mengabaikan nyawa orang lain dalam perencanaan mereka. Mereka berteriak “biadab” padahal mereka pula yang menjunjung kebiadaban. Hingga aku menilai bahwa mereka itu menghakimi sekaligus melakukan kebiadaban. Mereka merasa lebih pantas untuk hidup di Tanah Air Indonesia daripada putra negeri ini. Aku merasa jenuh melihat mereka. Lebih baik mereka kembali pulang kampung ke Tumpah darah moyang mereka yang entah di mana itu yang mereka sebut kampung itu bernama Makkah. Daripada mereka di Indonesia banyak menghasut Anak Negeri untuk membunuh hingga kan membantai orang-orang PRIBUMI. Bila mereka di kampung Moyang mereka, mereka pasti mendapatkan apa yang mereka maksudkan. Dengan tidak memaksakan kehendak golongan mereka bagi Indonesia. Ditambah lagi dari golongan yang menamakan diri segolongan dengan mereka itu. Dengan membawa istilah-istilah masyarakat asing mereka (Arab), mereka berdengki ria, sirik, dan iri dengan pesta Demokrasinya Republik Indonesia dengan membuat bom dan meledakkannya seperti yang diberitakan SURATKABAR akhir-akhir ini. Mereka mengaku bahwa mereka melihat demokrasi di Republik Indonesia dengan perasaan Sirik yang AKBAR. Sirik tanda tak mampu. Tak mampu jadinya sirik. Sirik kok terhadap Republik Indonesia.